Tugas 10 - Rangkuman (Project Risk Management)

 Project Risk Management 

Project Risk Management atau manajemen proyek resiko adalah sebuah manajemen atau cara mengatur bagaimana mengidentifikasi, analisa dan merespon sebuah resiko dalam suatu proyek. 

Manajemen resiko dapat membantu kesuksesan proyek dengan cara membantu memilih proyek yang baik, menentukan scope proyek dan membuat estimasi yang real.

Resiko pada proyek terbagi menjadi dua yaitu resiko negatif dan positif. 

Resiko negatif adalah kemungkinan untuk kekalahan atau luka. Mengetahui resiko negatif, berarti mencari potensial masalah yang muncul dalam proyek dan cara menghindarinya. Manajemen resiko negatif ibarat seperti form asuransi, yang berarti sebuah investasi. 

Resiko positif adalah resiko yang muncul berupa sesuatu yang bagus, biasanya disebut opportunities (kesempatan). Definisi umum dari resiko proyek bisa berarti resiko positif maupun negatif untuk mencapai tujuan proyek

Tahapan Manajemen Resiko Proyek 

1. Plan Manajemen Resiko

2. Identifikasi Resiko

3. Analisa resiko kualitatif

4. Analisa resiko kuantitatif

5. Plan response resiko

6. Monitoring dan kontrol resiko


Tahapan manajemen resiko proyek plan manajemen resiko :

  • Proses mendefinisikan bagaimana melakukan aktivitas manajemen resiko untuk proyek. Manfaat utama dari proses ini adalah memastikan bahwa tingkat, jenis dan visibilitas manajemen resiko yang sepadan dengan resiko dan pentingnya proyek untuk organisasi.
  • Rencana manajemen resiko sangat penting untuk berkomunikasi dan mendapatkan persetujuan dan dukungan dari semua pemangku kepentingan untuk memastikan proses manajemen resiko didukung dan dilakukan secara efektif selama siklus hidup proyek
Tools and Techniques
A. Techniques
1. Analitical Techniques
 Teknik Analisis adalah yang digunakan untuk memahami dan menentukan konteks manajemen resiko secara keseluruhan dalam projek.
Konteks pengelolahan resiko adalah kombinasi dari sikap resiko stakeholder dan eksposur.

2. Expert Judgement
Untuk memastikan pembentukan komperhensif dari rencana manajemen resiko, penilaian dan keahlian harus mempertimbangkan kelompok atau individu dengan pelatihan khusus atau pengetahuan tentang subjek area.
seperti :
- manajemen senior 
- stakeholder proyek
- proyek manajer yang telah bekerja pada proyek-proyek di daerah yang sama
- subyek ahli dalam bisnis atau wilayah proyek
- kelompok dan konsultan industri.
- profesional dan teknis asosiasi.

3. Meetings
- tim proyek mengadakan pertemuan perencanaan untuk mengembangkan rencana manajemen resiko.
- peserta pada pertemuan ini mungkin termasuk manajer proyek, anggota tim proyek dipilih dan pemangku kepentingan, siapapun dalam organisasi dengan tanggung jawab untuk mengelola perencanaan resiko dan pelaksanaaan dan lain-lain, sesuai kebutuhan.
- Output dari kegiatan ini dirangkum dalam rencana manajemen resiko. 


Sumber :
Powerpoint Manajemen Proyek Perangkat Lunak Pertemuan 10 - Project Risk Management


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRANSFORMASI ERD KE BASIS DATA FISIK